Dalam diskusi pengadaan laboratorium, argumen klasik yang sering muncul adalah:
“Kenapa harus beli Petrifilm yang harganya belasan ribu per lembar, kalau media agar bubuk (PCA/PDA) harganya jauh lebih murah per gram-nya?”
Secara harga satuan bahan baku (raw material cost), media agar konvensional memang terlihat lebih murah. Namun, dalam manajemen operasional laboratorium modern, harga bahan hanyalah puncak gunung es. Ada biaya besar yang tersimpan di balik proses persiapan, tenaga kerja, dan utilitas.
Mari kita bedah perbandingan head-to-head antara Petrifilm (Metode Instan) dengan Metode Cawan Tuang/Pour Plate (Konvensional) untuk melihat mana yang sebenarnya lebih menguntungkan bisnis Anda.
1. Waktu Persiapan: 1 Menit vs 4 Jam
Ini adalah perbedaan paling mencolok.
- Metode Cawan Tuang:
Analis harus menimbang bubuk, mencampur dengan akuades, memanaskan hingga larut, mensterilisasi di autoklaf (1-2 jam), lalu mendinginkan hingga suhu 45°C sebelum dituang. Setelah uji selesai, cawan petri kaca harus dicuci, disterilkan ulang, dan dikeringkan.
-
Total waktu terbuang: 3-4 Jam per batch.
-
- Metode Petrifilm:
Buka kemasan $\rightarrow$ Ambil lembaran $\rightarrow$ Inokulasi sampel. Selesai.
-
Total waktu: 1-2 Menit per sampel.
-
Dampak Bisnis: Dengan Petrifilm, teknisi Anda bisa mengerjakan tugas lain (analisis data, R&D, dll) alih-alih menghabiskan setengah hari kerja hanya untuk “memasak” media.
2. Penghematan Energi (Listrik & Air)
Metode konvensional sangat boros energi. Coba hitung konsumsi listrik alat-alat ini:
-
Autoklaf: Membutuhkan daya listrik ribuan watt untuk sterilisasi media dan limbah.
-
Waterbath: Menjaga suhu agar tetap cair.
-
Oven & Pencucian: Sterilisasi cawan kaca dan penggunaan air bersih yang masif untuk mencuci ratusan cawan petri setiap hari.
Petrifilm menghilangkan kebutuhan autoklaf untuk pembuatan media dan pencucian alat gelas. Limbahnya (plastik film) ringan dan bisa langsung masuk autoklaf limbah atau dibuang sesuai prosedur B3, tanpa perlu dicuci.
3. Kapasitas Inkubator (Space Saving)
Laboratorium seringkali terbatas ruang (space).
-
Cawan Petri: Tebal dan memakan tempat. Satu inkubator kecil mungkin hanya muat 40-60 cawan.
-
Petrifilm: Tipis seperti kertas. Anda bisa menumpuk 20 lembar Petrifilm dalam ruang yang sama dengan 2-3 cawan petri.
Dampak Bisnis: Anda tidak perlu membeli inkubator tambahan yang mahal meskipun jumlah sampel harian meningkat drastis. Kapasitas lab Anda naik tanpa perlu renovasi ruangan.
4. Tabel Perbandingan Biaya (Cost Comparison)
| Komponen Biaya | Metode Konvensional (Agar) | Metode Petrifilm |
| Harga Bahan Baku | Murah ($) | Sedang ($$) |
| Biaya Tenaga Kerja (Labor) | Tinggi (Banyak langkah manual) | Rendah (Siap pakai) |
| Biaya Listrik/Air | Tinggi (Autoklaf, Cuci, Oven) | Sangat Rendah |
| Investasi Alat | Butuh banyak Glassware & Panci | Minimal |
| Resiko Kontaminasi | Tinggi (Saat penuangan media) | Rendah (Sistem tertutup) |
| Standarisasi Media | Variatif (Tergantung cara buat) | Konsisten (Pabrikan QC) |
5. Produktivitas Analis
Studi menunjukkan bahwa seorang analis laboratorium dapat memproses 2 hingga 3 kali lebih banyak sampel per jam menggunakan Petrifilm dibandingkan metode tuang.
Jika laboratorium Anda menerima ratusan sampel per hari (seperti di industri susu atau katering besar), menggunakan metode agar akan memaksa Anda menambah jumlah karyawan (analis). Dengan Petrifilm, beban kerja analis berkurang drastis sehingga tim yang kecil pun bisa menangani volume sampel yang besar.
Kesimpulan: Murah di Awal vs Hemat di Akhir
Jika Anda hanya melihat bon pembelian bahan, Petrifilm terlihat mahal. Namun, jika Anda menghitung Total Cost of Operation (listrik, air, gaji lembur analis, depresiasi alat gelas, dan waktu), Petrifilm menawarkan penghematan total sekitar 20-45%.
Belum lagi keuntungan intangible seperti hasil yang lebih konsisten (karena media dibuat oleh pabrik bersertifikat ISO) dan rilis produk yang lebih cepat ke pasar.
Beralihlah ke Smart Lab. Jangan biarkan analis profesional Anda menghabiskan waktunya hanya untuk mencuci cawan petri.